Titik Awalmula, pertikaian antara BB1%MC versus BBMCI dimulai

Kisruh klub motor Brotherhoods terus bergulir dimana saling klaim dan tuntut di meja hijau hingga kini masih berlanjut. kisah itu berawal dari Dua klub motor legendaris di Bandung, Bikers Brotherhood pecah kepengurusan. Satu menamakan diri sebagai Bikers Brotherhood Motorcycle Club Indonesia alias BBMCI dan satunya Bikers Brotherhood 1% Motorcycle Club atau dikenal BB1%MC. Perselisihan di antara BBMCI dan BB1%MC, pada awalnya terjadi kisruh tentang beberapa pendiri yang tidak setuju dengan diangkatnya Pegi “Genderuwoz” Diar, sebagai EL Presidente (Ketua Klub Bikers Brotherhood) namun kemudian hal ini di tampik oleh SS Diponegoro (sebutan Para Pendiri Bikers Brotherhood) sebenarnya bukan bermula dari pengangkatan Pegi Diar selaku El Presidente pada tahun 2016 lalu. Melainkan karena telah terjadi pemukulan oleh member kepada salah satu pendiri Bikers Brotherhood.
Disebutkan saat itu, dewan adat meminta agar Pegi Diar selaku El Presidente menjatuhkan sanksi kepada member yang melakukan pemukulan. Namun demikian, Pegi Diar tidak mengindahkan anjuran tersebut. Namun dari penelusuran yang tim infosaiki telusuri, dalam kejadian tersebut pengurus Bikers Brotherhood melalui keputusan EL Presidente Pegi Diar telah memutuskan sangsi sesuai aturan organisasi yang tertuang dalam whitebook dan Blackbook bagi pelaku oknum pemukulan tersebut, dan telah melakukan mediasi dengan dua belah pihak, namun menurut para SS Diponegoro sangsi tersebut kurang sentimen ini kemudian berlanjut hingga pembekuan kepengurusan oleh para SS Diponegoro, yang mana hal ini menurut pengurus dan EL Pres tidak sesuai dengan ketentuan karena harus melalui dewan adat terlebih dahulu.

Pengurus BB1%MC

Grup WhatsApp Mother Chapter tiba-tiba ramai pada 7 Maret 2018 malam. Bagaimana tidak, salah seorang anggota grup membagikan berkas berformat PDF (Portable Document Format) tentang pembekuan Bikers Brotherhood. “Kami kebingungan karena ketika itu para pendiri meneyebarkan surat tersebut tanpa landasan hukum,” kata Fredy. Keesokan harinya Mother Chapter yang diketuai EL Presidente Pegi Diar mengklaim langsung membuat pertemuan. Hingga pekan-pekan setelah itu, pengurus pusat pun kerap membuat rapat dengan mengundang para pendiri Bikers Brotherhood. “Namun hingga tanggal 26 Maret 2018, mediasi tidak membuahkan hasil. Pada tanggal itu para pendiri baru membuka akta bahwa mereka telah mendaftarkan legalitas BBMCI tanpa sepengetahuan Mother Chapter dan EL Presidente,” ujarnya.

Para pengurus Bikers Brotherhood kaget melihat akta tersebut. Ia baru mengetahui bahwa ada akta lain selain milik Mother Chapter, yang mendasari legalitas Bikers Brotherhood. EL Presiden bersama pengurus merasa dicurangi pihak internal, yakni sebagian besar pendiri, yang diam-diam membuat akta legalitas Bikers Brotherhood. Para Pengurus benar-benar baru tahu, bahwa ternyata benar pada 13 Oktober 2015 (era El Presidente Budi Dalton), tiga tahun sebelum BB1%MC memiliki legalitas, sejumlah pendiri diam-diam mengubah akta yayasan Bikers Brotherhood menjadi akta badan hukum perkumpulan. Perubahan status akta dilakukan sekaligus dengan pendaftaran nama BBMCI, serta pendaftaran logo baru (Logo tanpa simbol 1 persen). Di titik itu kepemilikan ganda dari Bikers Brotherhood terkuak. Di titik itu pula, pertikaian antara BB1%MC versus BBMCI dimulai. Dan kasus kudeta yang melibatkan para pendiri Bikers Brotherhood dan pengurusnya saat ini belum tuntas. Bikers Brotherhood pun mulai terpecah menjadi dua kelompok, yakni BB1%MC, kelompok pengurus di bawah Pegi Diar; dan BBMCI, kelompok sebagian para pendiri. Konflik tersebut kini telah dibawa ke meja hukum perdata Pengadilan Negeri Bandung.

 

Pengurus BBMCI

 

 


Posting Komentar

3 Komentar

  1. Pokokna aing teh 1%ters...

    BalasHapus
  2. Masa EL Presidente Budi Dalton lebih berkembang sehingga para pendiri mulai aktip dan malah ingin membisniskan klub ini, tp pengurus dan jajaran enggan dan membedakan antara bisnis dan klub. Sehingga sudah mulai muncul ingin penggulingan jabatan Mang Budi Dalton namun gagal.. Dan terus ingin menguasai dengan merongrong kepengurusan. Hingga akhirnya pecah kongsi.. Dan uniknya sangat banyak Life Member Bikers Brotherhood yg masih setia dan bertahan dibawah pengurus daripada pendiri... Sehingga kebanyakan member BBMC sekrang mayoritas urang anyaran semua :D

    BalasHapus
  3. Kumaha ieu weeh....
    .
    Aing 1%ter pokokna!!

    BalasHapus