Pabrikan asal
Italia, Bimota, kembali mendobrak batas desain industri roda dua melalui Bimota
TERA model 2026. Motor ini
hadir membawa konsep yang tidak lazim di kelas adventure-touring premium, yakni
memadukan mekanisme kemudi hub-center steering dengan mesin bertenaga
besar yang dilengkapi teknologi supercharger.
Kehadiran TERA menjadi
bukti bahwa perkembangan sepeda motor modern tidak hanya berbicara mengenai
peningkatan tenaga dan kapasitas mesin, tetapi juga menyentuh aspek fundamental
seperti arsitektur sasis, sistem kemudi, hingga karakter pengendalian.
Salah satu daya tarik
terbesar Bimota TERA terletak pada jantung mekanisnya. Motor ini mengadopsi
mesin yang bersumber dari Kawasaki Ninja H2 SX, yakni mesin empat silinder
segaris berkapasitas 998 cc dengan sistem pendingin cairan.
Mesin tersebut
dilengkapi teknologi supercharger yang membuat suplai tenaga berlangsung
secara responsif di berbagai rentang putaran mesin. Di atas kertas, performanya
tergolong ekstrem untuk sebuah motor yang membawa karakter crossover dan
adventure-touring.
Bimota TERA mampu
menghasilkan tenaga puncak hingga 200 PS (147,1 kW) pada 11.000 rpm,
sedangkan torsi maksimal mencapai 137 Nm pada 8.500 rpm.
Tenaga tersebut
disalurkan melalui transmisi manual enam percepatan. Kombinasi mesin
berperforma tinggi dan sistem transmisi tersebut membuat TERA bukan sekadar
motor penjelajah jarak jauh, tetapi juga memiliki kemampuan akselerasi yang
agresif ketika pengendara membutuhkan tambahan tenaga.
Tidak Mengandalkan Rangka Konvensional
Yang membuat Bimota
TERA semakin menarik bukan hanya mesinnya, tetapi juga konstruksi kendaraan
yang digunakan.
Berbeda dengan sepeda
motor konvensional yang menggunakan rangka sebagai struktur utama, TERA
mengusung arsitektur yang menjadikan mesin sebagai salah satu elemen struktural
utama kendaraan. Dengan konstruksi tersebut, sejumlah komponen penting
terhubung langsung dengan mesin sebagai bagian dari sistem penopang beban.
Pendekatan ini
memberikan karakter desain yang berbeda sekaligus memperlihatkan keberanian
Bimota dalam mengeksplorasi arsitektur sepeda motor di luar pakem umum industri
roda dua.
Hub-Center
Steering, Ciri Khas Bimota
Teknologi paling
radikal pada TERA adalah penggunaan sistem kemudi hub-center steering
yang memiliki akar teknologi dari keluarga Bimota Tesi.
Pada sistem
konvensional, fungsi kemudi dan suspensi roda depan umumnya terintegrasi
melalui garpu teleskopik. Sementara itu, pada sistem hub-center, fungsi
kemudi dan peredaman dapat dipisahkan melalui mekanisme yang berbeda.
Konsep tersebut
memungkinkan karakteristik pengereman, suspensi, dan kemudi direkayasa secara
lebih independen. Inilah yang menjadi salah satu ciri khas desain Bimota
sekaligus alasan mengapa produk-produk pabrikan tersebut selalu menarik
perhatian penggemar teknologi sepeda motor.
Pada TERA, pendekatan
tersebut diterapkan dalam format crossover yang dirancang untuk
memberikan perpaduan antara kenyamanan perjalanan, kestabilan, serta kemampuan
performa tinggi.
Adventure-Touring dengan Karakter Superbike
Bimota TERA seolah
mencoba menghapus batas antara motor adventure-tourer dan mesin berperforma
tinggi. Di satu sisi, motor ini membawa karakter sebuah crossover yang
ditujukan untuk perjalanan dan eksplorasi. Namun di sisi lain, mesin 998 cc supercharged
memberikan performa yang identik dengan motor berorientasi kecepatan.
Perpaduan tersebut
membuat TERA memiliki positioning yang unik di pasar sepeda motor premium.
Motor ini tidak hanya menawarkan desain eksotis, tetapi juga membawa teknologi
yang secara langsung memengaruhi cara kendaraan bekerja.
Bagi Bimota,
pendekatan tersebut menjadi bagian dari identitas perusahaan yang selama ini
dikenal berani menggunakan teknologi sasis dan mekanisme suspensi yang berbeda
dari kebanyakan pabrikan sepeda motor.
Spesifikasi Teknis Bimota TERA 2026
|
Parameter |
: Spesifikasi Teknis |
|
Mesin |
: 998 cc, 4-Silinder Sejajar, DOHC, 4-Katup, Berpendingin Cairan +
Supercharged, |
|
Bore x Stroke / Kompresi |
: 76,0 x 55,0 mm / 11,2 : 1 |
|
Tenaga Maksimum |
: 147,1 kW (200 PS) @ 11.000 rpm |
|
Torsi Maksimum |
: 137,0 Nm (14,0 kgf·m) @ 8.500 rpm |
|
Sistem Kemudi / Rangka |
: Hub-Center Steering / Engine Stress Member |
|
Kapasitas Tangki |
: 19 Liter |
|
Ketinggian dari Muka Tanah |
: 21,3° / 117 mm |
|
Rem (Depan / Belakang) |
: Cakram Ganda Hidrolik / Cakram Tunggal Hidrolik |
|
Ukuran Ban (Depan / Belakang) |
: 120/70ZR17 M/C (58W) / 190/55ZR17 M/C (75W) |






0 Komentar